Senin, 06 Juni 2011

Belajar Komputer 3D

Halo Sobat bloggers, kali ini kita akan coba masuk ke dunia komputer 3D (tiga dimensi). Mungkin sebagian besar dari kita sangat gemar menonton film-film animasi 3D, ataupun kalau kita sering melihat iklan di televisi dengan animasi 3D? atau mungkin bermain game di komputer, console dan lain sebagainya?

Sadar maupun tidak, dunia komputer 3D sudah menjadi bagian dari hidup kita. Dari dunia komputer 3D kita bisa belajar, menangis, tertawa dan terhibur. Siapa yang tidak mengetahui film Avatar? apabila Sobat bloggers belum menonton filmnya, silakan ditonton dahulu. Disini saya tidak akan membahas mengenai film Avatar, namun hendak mengemukakan bahwa eksekusi teknis yang baik akan membuat seolah-olah kita benar-benar berada di dalam dunia Avatar. Memang eksekusi teknis yang baik tidak akan berarti apa-apa tanpa jalan cerita yang baik pula.

Langkah awal, Imajinasi!
Seorang teman saya pernah berkata bahwa kita dapat menjadi seperti "tuhan" di dalam dunia komputer 3D. Maksudnya bukan berarti kita hendak menyamaiNya (siapalah kita), namun dalam dunia komputer 3D kita diberi kekuasaan untuk membuat apapun. Yang menjadi batasan adalah imajinasi, kreativitas dan kemauan. Dalam dunia Komputer 3D benar-benar tidak ada batasan apapun kecuali tiga hal diatas.

Oiya, ada satu hal lagi yang saya rasa cukup penting untuk disampaikan sebelum kita memulai belajar komputer 3D, yaitu sebaiknya kita memiliki kepekaan untuk melihat sesuatu dalam bentuk tiga dimensinya (struktur). Dengan kata lain coba bayangkan sebuah kubus, kalau sudah sekarang Sobat bloggers coba bayangkan kalau kubus tadi terbuat dari kumpulan kawat yang dibengkokkan dan di las. Atau bayangkan sebuah benda apapun tapi secara transparan, coba imajinasikan bagian belakang benda tadi yang tidak terlihat menjadi dapat terlihat. Istilah yang saya gunakan untuk metoda ini adalah 'Melihat Rangka Kawat' (wireframe) dan 'Pandangan sinar-X' (tembus pandang). Jika terasa masih sulit Sobat bloggers bisa menggunakan alat bantu untuk berimajinasi, yaitu pensil dan kertas - alias membuat sketsa :)

G.01 Objek kubus sederhana. Kiri: Solid, kanan: Wireframe

G.02 Objek kubus rumit. Kiri: Solid, kanan: Wireframe
Gambar G.01 menunjukkan bahwa struktur objek yang sederhana akan paling mudah untuk dipahami dibandingkan pada objek yang lebih rumit (Gambar G.02).


Pengenalan Dasar 3D
  • Objek tiga dimensi dapat dibangun dari kumpulan titik (vertices) yang akan membentuk garis / sudut (edge) dan kumpulan edges akan membentuk bidang (face/polygon). 
  • Dalam dunia komputer 3D, setiap model objek dibangun dari bidang segitiga dan segi empat. Mohon diingat, bahwa bidang segi tiga merupakan bentuk dasar karena dibangun dari 3 titik, kalau dari dua titik hanya akan membentuk garis saja.  Jadi prinsipnya adalah sebuah bidang hanya boleh dibangun dari tiga atau empat titik. Tidak boleh lebih!
G.03 Bentuk Polygon yang diperbolehkan, dibangun dari 3 atau 4 titik
  • Dunia tiga dimensi mengenal tiga buah sumbu (axis), yaitu sumbu X (panjang), sumbu Y (lebar) dan sumbu Z (tinggi). Biasanya ketiga sumbu tersebut diwakili oleh warna, X merah, Y hijau dan Z biru. Namun penggunaan masing-masing warna untuk setiap sumbu dapat berbeda, tergantung software 3D yang digunakan. 
G.04 Perbedaan Prinsip Axis jangan sampai membuat Anda bingung!
  • Untuk membuat sebuah model atau objek tiga dimensi, dibutuhkan paling sedikit dua data gambar (tampak muka dan samping) namun bisa juga gambar tampak lainnya.
G.05 Semakin banyak data gambar tampak, maka model 3D akan semakin rinci
  • Secara singkat, proses atau alur kerja dalam dunia tiga dimensi dapat digolongkan menjadi tiga bagian utama, yaitu tahap pre-produksi, produksi dan pasca produksi
  • Tahap pre-produksi bermula dari tasking - briefing, konsep dan riset atau pengumpulan data. 
  • Tahap produksi antara lain modeling, teksturing - material, setting (lighting, camera dan particle/visual effect), tahap rigging atau pemberian tulang (bone) agar objek dapat dianimasikan, kemudian animasi dan kemudian rendering.
  • Tahap pasca produksi antara lain editing warna, timing dan sebagainya, sound mixing, special effect  dan rendering kembali (final rendering)
Keseluruhan penjabaran dari proses atau alur kerja 3D diatas dapat dibaca disini :)

Berkenalan dengan Software
Beberapa orang yang saya kenal sering bertanya kepada saya mana software 3D yang dianggap terbaik. Atau apa-apa saja kelebihan serta kekurangan masing-masing software 3D tadi. Untuk pertanyaan yang pertama, saya bisa mengatakan bahwa anggapan "terbaik"seperti itu sangat bersifat subjektif. Karena saya pikir semua software 3D memiliki pendekatan untuk menghasilkan kualitas sebaik mungkin. Mungkin juga orang-orang yang menggunakan software 3D merk A sudah sangat nyaman dan fasih, sehingga ia merasa bahwa semua kebutuhan 3D nya sudah terakomodir dengan software A tadi, sehingga ia malas untuk belajar software 3D lainnya. Sedangkan untuk pertanyaan yang kedua, jawaban yang bisa saya berikan adalah bagaimana kita bisa membandingkan secara pasti jika kita belum mencoba semua software tersebut? Namun kita tidak mungkin menguasai semua software 3D, karena itu kita bisa masuk ke website masing-masing software 3D dan melihat kelebihan yang ditawarkan dari masing-masing software tersebut.

Software 3D memiliki banyak jenis, tergantung dari keperluannya. Software 3D khusus permodelan Teknik Sipil, Arsitektur, Desain Interior, Teknik Mesin dan lain sebagainya, namun untuk pembahasan ini hanya dibatasi software-software 3D dengan mayoritas kebutuhannya dalam dunia desain grafis saja.

Bagi Sobat bloggers yang belum tahu, berikut ini saya coba paparkan software-software 3D yang ada, bagi Anda yang penasaran dengan kelebihan masing-masing software silakan klik di judul software.

1. Autodesk 3ds Max 
Menurut pengamatan saya, Autodesk 3ds Max atau sebutannya adalah 3dMax (baca: tridimax) merupakan salah satu software 3D yang paling populer. Karena kalau kita jalan-jalan ke toko buku di bagian desain dan komputer, maka paling banyak kita akan menemukan buku tutorial 3ds Max.
2. Autodesk Maya 
Autodesk Maya atau yang dulunya dikenal dengan nama Maya, merupakan software yang dirilis oleh  Alias Systems Corporation  kemudian selanjutnya di akusisi oleh Autodesk pada tanggal 4 Oktober 2005 dengan nilai sebesar US$ 182 juta, kemudian pada tanggal 10 Januari 2006 Autodesk melunasi proses akusisi tunai sebesar US@ 197 juta. Semenjak akusisi tersebut pemberian nama versi diganti  menjadi tahun terbit. 
LightWave 3D merupakan software 3D pertama yang saya pelajari mulai dari sekitar tahun 2005 hingga tahun 2009. hampir seluruh karya yang terpajang dalam widget portfolio menggunakan LightWave 3D. Namun sekarang sebagian besar ilmu LightWave yang pernah dipelajari sudah lupa karena kini saya  beralih ke software 3D lain, yaitu Blender :D 
5. Modo
Dengar-dengar kabar burung kalau Modo merupakan pecahan dari LightWave 3D, sekelompok pegawai LightWave memutuskan keluar dan membangun software 3Dnya sendiri. Sampai sekarang saya belum sempat mencoba Modo, mungkin suatu hari nanti saya coba install dan ulak-ulik deh :p
Nah ini salah satu software yang membuat saya terkesan! Google Sketchup merupakan software 3D yang memiliki kemampuan profesional, namun Anda tidak perlu mahir 3D dulu baru bisa menggunakannya. Karena Sketchup dapat digunakan dan dipelajari dengan sangat mudah meskipun Sobat bloggers belum pernah menyentuh software 3D apapun!

Ya! saya sedang jatuh cinta dengan software yang satu ini. Pertama Blender bersifat "opensource" (source code-nya dibagikan dan bisa dimodifikasi). Kedua software ini GRATIS! Ketiga, kemampuan yang ditawarkan tidak kalah dengan software berbayar lainnya. Memang versi terbaru adalah Blender 2.57b (stable version) dan yakinlah bahwa Blender versi dua titik lima ini masih banyak kekurangan jika dibandingkan dengan software 3D sejenis yang sudah masuk usia versi delapan, sembilan, sepuluh... 

8. Vue
Vue, merupakan software 3D yang secara khusus fokus dalam bidang 3D landscape dan environment.

10. Bryce
Bryce merupakan salah satu software yang dirilis oleh DAZ Studio dengan kemampuan khusus pada landscape. Mana yang paling bagus antara Vue dan Bryce? silakan Anda mencoba keduanya :D
13. Poser
Poser merupakan software 3D yang secara khusus bermain di bidang human figure. Dahulu saya sempat bermain-main iseng menggunakan versi 5, ada figur hewan juga. Nah kalau di versi 8 ini saya belum coba. Kalau dilihat laman utamanya, kini Poser sudah berganti nama perusahaan menjadi "SmithMicro" setahu saya dulu Poser ini dirilis oleh "Curious Lab" bukan begitu ya?


Nah untuk sekarang saya rasa cukup dulu mengupas berbagai macam jenis software 3D yang ada. Seperti telah saya singgung sedikit diatas, bahwa tidak ada salahnya mencoba melirik bahkan iseng-iseng mencoba software 3D lain, dengan begitu kita setidaknya punya pengalaman dan bisa punya bahan perbandingan. 

Okay, bagaimana Sobat bloggers? punya software 3D lain yang belum saya cantumkan disini? atau ada yang mau berbagi pengalaman menggunakan salah satu software 3D diatas? ;)




gambar: dari berbagai sumber

1 comments:

Totong kamaludin mengatakan...

triakasih infonya , kebetulan saya lagi belajar 3D

Poskan Komentar