Sabtu, 04 Juni 2011

Elemen & Prinsip Desain

Halo Sobat bloggers, sebelum kita mulai melakukan rancangan desain, baik di atas kertas maupun di depan komputer. Ada baiknya kita sedikit memahami mengenai elemen-elemen serta prinsip-prinsip dalam desain. Semua elemen dan prinsip disini merupakan teori dasar dari ilmu desain pada umumnya, sehingga kita jangan membatasi ruang lingkupnya hanya dalam dunia desain grafis saja ya.

Elemen-elemen Desain

1. Garis. Garis dapat diciptakan dari hasil goresan alat tulis ataupun sebagai sisi kontras sebuah objek dengan objek lainnya. Sebagai contoh, sebuah kursi berwarna hitam yang berada di depan meja yang berwarna putih. Maka perbedaan warna kontras antara kursi hitam dan meja putih akan menimbulkan kesan garis pada kursi (karena kontras dengan objek di belakangnya).

2. Bentuk, dapat dikatakan sebagai suatu area yang tercipta dari suatu wujud geometrik dan organik. 
3. Arah, semua garis memiliki arah, yang terdiri atas arah horizontal, vertikal dan diagonal. Arah horizontal memiliki kesan ketenangan dan kestabilan, arah vertikal memiliki kesan keseimbangan, formalitas dan kewaspadaan, sedangkan arah diagonal atau miring memiliki kesan bergerak atau tindakan (dinamis).
4. Ukuran, merupakan hubungan antara area yang ditempati oleh sebuah bentuk terhadap bentuk lain.
5.Tekstur, merupakan suatu kualitas dari permukaan sebuah bentuk. Tekstur dapat berupa permukaan yang kasar, halus, licin, mengkilap dan lain-lain. Jenis tekstur juga dapat dibedakan menjadi dua, antara lain Physical Texture (fisik) dan Visual Texture (penglihatan). Physical Texture berarti tekstur yang benar-benar dapat diraba oleh tangan kita, sedangkan Visual Texture ilusi dari tekstur fisik, tidak terasa perbedaannya apabila diraba.
6.Warna, teori dasar :)
7. Kontras, dapat diciptakan dari beberapa; warna, ukuran, bentuk yang berbeda. 

Prinsip-prinsip Desain


1. Balance (keseimbangan). Prinsip keseimbangan dalam desain hampir sama dengan yang ada di dunia nyata. 
Contoh gambar sebelah kiri  bentuk yang besar ditaruh di dekat tengah kertas terasa seimbang dengan bentuk kecil yang ditaruh di dekat ujung kertas. Contoh gambar kedua di sebelah kanan menerangkan bahwa bentuk yang besar namun tidak dihitamkan akan terasa seimbang dengan bentuk yang kecil namun diisi warna hitam. Dari contoh diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa keseimbangan dapat diciptakan dari; warna, penempatan dan ukuran.
2. Gradasi, merupakan perbedaan perubahan warna dan karakter arsir pada suaru bentuk. Gradasi dapat menciptakan suatu bentuk perhatian dan pergerakan pada suatu bentuk. Sebagai contoh gradasi arsir dari warna gelap ke terang akan menggiring mata kita untuk melihat bergerak mengikuti bentuk bendanya, dibandingkan arsir tanpa gradasi.
Gambar kiri Gradasi Statis, Kanan Dinamis

3. Repetisi, atau dikenal dengan istilah 'pengulangan' suatu bentuk yang jika dilakukan dengan variasi akan membuat lebih menarik namun sebaliknya tanpa variasi akan menjadi sangat monoton atau membosankan.
Gambar atas: Kotak tanpa variasi, bawah kotang dengan variasi

4. Kontras, seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa kontras dapat tercipta dari suatu hal yang sangat berbeda. Perbedaannya bisa dilihat dari warna (warna komplementer pada roda warna), perbedaan ukuran skala suatu bentuk dan lain sebagainya.
5. Harmoni, (dapat dibaca disini)
6. Dominan (Dominance) atau biasa juga dikenal dengan istilah "Focal Point" atau "Point of Interest". Prinsip dari dominan adalah bentuk atau objek yang harus lebih menonjol atau lebih mudahnya paling mudah terlihat. Oiya sedikit pendapat, menurut saya sebaiknya unsur Dominan jangan diletakkan di tengah-tengah bidang, karena cenderung akan membuat komposisi menjadi 'terlalu seimbang' atau simetris dan 'terlalu diatur'. Kita masih bisa membuat komposisi yang seimbang tanpa membuat tata letak yang simetris.
Gambar kiri: tanpa adanya dominan, kanan: dominan terlihat
Gambar kiri: tidak ada dominan, kanan: dominan muncul dari faktor ukuran
Gambar kiri: tidak ada dominan (komposisi monoton), kanan: dominan muncul dari perbedaan bentuk dan ukuran
7. Kesatuan (Unity), prinsip dari "kesatuan" dalam sebuah komposisi adalah semua bagian bentuk harus saling memiliki keterikatan atau keterkaitan (link). Keterkaitan tersebut bisa diciptakan dari sebuah bentuk lain yang menghubungkan seluruh bentuk tersebut.
Gambar kiri: objek terpisah tidak bersatu, kanan: diberi objek 'link' agar memiliki kesatuan


Okay Sobat bloggers, sampai disini dulu pembahasan tentang dasar elemen dan prinsip-prinsip desain.. semoga informasi ini berguna ;)




disunting seperlunya dari sumber

1 comments:

bitebrands mengatakan...

elemen desain penting nh :)

Poskan Komentar